Desa Banaran adalah salah satu desa yang terletak di wilayah Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur.[1][2][3][4][5][6] Dikenal dengan semangat "Gemah Ripah Loh Jinawi," desa ini memiliki karakteristik geografis yang mendukung sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian warganya, sekaligus menjadi rumah bagi industri kreatif rumahan yang berkembang pesat.[7]
Luas dan Jenis Lahan
Berdasarkan data profil wilayah dari www.desabanaran.web.id, Desa Banaran memiliki total luas wilayah sebesar 157,44 Hektar. Secara topografi, desa ini berada di dataran rendah dengan hamparan lahan yang subur, menjadikannya lokasi yang sangat strategis untuk budidaya tanaman pangan.
Jenis lahan di Desa Banaran didominasi oleh dua kategori utama, yaitu:
-
Lahan Persawahan (Sawah): Merupakan bagian terbesar dari penggunaan lahan di desa. Kesuburan tanah di wilayah ini dimanfaatkan secara optimal oleh warga untuk bercocok tanam, menjadikan desa ini sebagai salah satu penyangga lumbung pangan di Kecamatan Balerejo.
-
Lahan Darat (Pekarangan dan Pemukiman): Digunakan sebagai area tempat tinggal penduduk serta lokasi untuk berbagai fasilitas umum dan kegiatan usaha rumahan.
Kegunaan Lahan dan Potensi Ekonomi
Pemanfaatan lahan di Desa Banaran sangat terfokus pada produktivitas.
-
Sektor Pertanian: Sebagian besar lahan difungsikan untuk pertanian padi. Dukungan irigasi dan tanah yang gembur memungkinkan petani menghasilkan komoditas berkualitas yang menopang kesejahteraan masyarakat.
-
Sektor Industri Rumahan: Di area pemukiman, warga mengembangkan kreativitas dengan mendirikan industri kecil, khususnya produksi tahu dan tempe.[7] Geliat industri rumahan ini telah menjadi ikon lokal yang tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan bergizi bagi warga sekitar, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi.
Batas Wilayah
Secara administratif, Desa Banaran berada di lingkungan Kecamatan Balerejo yang dikelilingi oleh desa-desa tetangga yang juga memiliki corak agraris. Berdasarkan letak geografisnya di Kecamatan Balerejo, Desa Banaran berbatasan langsung dengan wilayah-wilayah desa lain di kecamatan tersebut (seperti Desa Sogo dan Kedungrejo di sekitarnya), menciptakan klaster wilayah pertanian yang solid di sisi timur Kabupaten Madiun.
Dengan visi mewujudkan desa yang "Mandiri, Maju, Akuntabel, dan Transparan," Desa Banaran terus mengoptimalkan potensi geografisnya. Kombinasi antara lahan pertanian yang produktif dan kreativitas warganya dalam mengolah hasil bumi menegaskan posisi Desa Banaran sebagai wilayah yang subur, makmur, dan sejahtera.[7]